Cinta Aktivis Dakwah
Bagaimana ketika perasaan itu hadir.
Bukankah ia datang tanpa pernah diundang
dan dikehendaki?
Jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukanlah
perkara sederhana. Dalam konteks dakwah,
jatuh cinta adalah gerbang ekspansi
pergerakan. Dalam konteks pembinaan,
jatuh cinta adalah naik marhalah
pembinaan. Dalam konteks keimanan, jatuh
cinta adalah bukti ketundukan kepada
sunnah Rosullulah saw dan jalan meraih
ridho Allah SWT.
Ketika aktivis dakwah jatuh cinta, maka
tuntas sudah urusan prioritas cinta.
Jelas, Allah, Rosullah dan jihad fii
sabilillah adalah yang utama. Jika ia
ada dalam keadaan tersebut, maka
berkahlah perasaannya, berkahlah
cintanya dan berkahlah amal yang
terwujud dalam cinta tersebut. Jika
jatuh cintanya tidak dalam kerangka
tersebut, maka cinta menjelma menjadi
fitnah baginya, fitnah bagi ummat, dan
fitnah bagi dakwah. Karenannya jatuh
cinta bagi aktivis dakwah bukan perkara
sederhana.
Ketika Ikhwan mulai bergetar hatinya
terhadap akhwat dan demikian sebaliknya.
Ketika itulah cinta ‘lain’ muncul dalam
dirinya. Cinta inilah yang akan kita
bahas disini. Yaitu sebuah karunia dari
kelembutan hati dan perasaan manusia.
Suatu karunia Allah yang membutuhkan
bingkai yg jelas. Sebab terlalu banyak
pengagung cinta ini yang kemudian
menjadi hamba yang tersesat. Bagi
aktivis dakwah, cinta lawan jenis adalah
perasaan yang lahir dari tuntutan
fitrah, tidak lepas dari kerangka
pembinaan dan dakwah. Suatu perasaan
produktif yang dengan indah dikemukakan
oleh ibunda kartini,” …akan lebih banyak
lagi yang dapat saya kerjakan untuk
bangsa ini, bila saya ada disamping
laki-laki yg cakap, lebih banyak kata
saya…..daripada yang saya usahakan
sebagai perempuan yg berdiri sendiri..”
Cinta memiliki 2 mata pedang. Satu
sisinya adalah rahmat dengan jaminan
kesempurnaan agama dan disisi lainnya
adalah gerbang fitnah dan kehidupan yg
sengsara. Karenanya jatuh cinta
membutuhkan kesiapan dan persiapan. Bagi
setiap aktivis dakwah, bertanyalah
dahulu kepada diri sendiri, sudah
siapkah jatuh cinta???jangan sampai kita
lupa, bahwa segala sesuatu yang
melingkupi diri kita, perkataan,
perbuatan, maupun perasaan adalah bagian
dari deklarasi nilai diri sebagai
generasi dakwah. Sehingga umat selalu
mendapatkan satu hal dari apapun pentas
kehidupan kita, yaitu kemuliaan Islam
dan kemuliaan kita karena memuliakan Islam.
Deklarasi Cinta
Sekarang adalah saat yang tepat bagi
kita untuk mendeklarasikan cinta diatas
koridor yang bersih. Jika proses dan
seruan dakwah senantiasa mengusung
pembenahan kepribadiaan manusia, maka
layaklah kita tempatkan tema cinta dalam
tempat utama. Kita sadari kerusakan
prilaku generasi hari ini, sebagian
besar dilandasi oleh salah tafsir
tentang cinta. Terlalu banyak
penyimpangan terjadi, karena cinta
didewakan dan dijadikan kewajaran
melakukan pelanggaran. Dan tema tayangan
pun mendeklarasikan cinta yang dangkal.
Hanya ada cinta untuk sebuah persaingan,
sengketa. Sementara cinta untuk sebuah
kemuliaan, kerja keras dan pengorbanan,
serta jembatan jalan kesurga dan
kemuliaan Allah, tidak pernah mendapat
tempat disana.
Sudah cukup banyak pentas kejujuran kita
lakukan. Sudah terbilang jumlah
pengakuan keutamaan kita, sebuah dakwah
yang kita gagas, Sudah banyak potret
keluarga yg baru dalam masyarakat yg
kita tampilkan. Namun berapa banyak
deklarasi cinta yang sudah kita
nyatakan. Cinta masih menjadi topik
‘asing’ dalam dakwah kita. Wajah, warna,
ekspresi dan nuansa cinta kita masih
terkesan ‘misteri. Pertanyaan sederhana,
“Gimana sih, kok kamu bisa nikah sama
dia, Emang kamu cinta sama dia?”, dapat
kita jadikan indikator miskinnya kita
mengkampanyekan cinta suci dalam dakwah ini.
Pernyataan ‘Nikah dulu baru pacaran’
masih menjadi jargon yang menyimpan
pertanyaan misteri, “Bagaimana caranya,
emang bisa?”. Sangat sulit bagi
masyarakat kita untuk mencerna dan
memahami logika jargon tersebut.
silahkan comment blog ini supaya kita bisa saling share satu sama lain,,
inget temen"...jarak ga bakalan bisa jauhin kita...
gw yakin pasti banget kita bakal lewatin ataupun menemukan masalah ini baik dalam dunia kampus ataupun di kantor kelak nanti,,,
so,,,kita bisa saling kasih solusi gimana baik buruknya,,,
thanks banget sebelumnya...
__nafisah 'icha' fillah__
Selasa, 11 September 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar