Koko Nata Kusuma
Ada bisik-bisik mampir di telinga saya “Eh, di tim nasyid anu ada ikhwan gay lho!”
Saya terkejut. Masa iya sih ada gay dalam komunitas aktivis dakwah? Untungnya gosip itu tak berlanjut. Namun, frase “ikhwan gay” itu begitu membekas di benak saya. Apakah bisa seseorang menjadi penyuka sesama jenis dalam komunitas yang kental nuansa Islamnya ? Ternyata itu sangat bisa.
Kita tentu tahu bagaimana semangat ukhuwah di kalangan aktivis dakwah. Susah senang mereka bersama. Makan enggak makan yang penting kumpul. Saling meminjamkan barang, dari pakaian sampai perlengkapan mandi menjadi hal yang sangat biasa. Tidur satu tikar pun sudah jadi agenda bulanan. Maka, jangan heran kalau ada aktivis dakwah yang bertamu ke rumah temannya, lagunya ngalah-ngalahin yang punya rumah. Hak milik pribadi sudah jadi milik bersama.
Kebiasaan jabat tangan, saling merangkul, cipika-cipiki (cium pipi kanan-cium pipi kiri) juga sesuatu yang lumrah. Membicarakan hal yang sangat pribadi pun bukan hal yang tabu, sebab ikatan persaudaraan yang kuat menimbulkan kepercayaan yang tak terbatas. Jika kebablasan dan berlebihan, saya khawatir, kebiasaan-kebiasaan ini akan melahirkan seorang gay.
Etika pergaulan Islam, melarang sesama cowok tidur dalam satu selimut. (Apalagi cowok-cewek!). Kita harus menjaga batas-batas aurat. Aurat cowok itu dibagi menjadi dua. Pertama, aurat besar, yaitu meliputi daerah segitiga pengaman. Yang kedua aurat kecil, yaitu wilayah pusar hingga lutut.
Homoseksual adalah cara penyaluran kebutuhan seks terhadap sesama jenis. Cowok penyuka cowok disebut gay, cewek penyuka cewek namanya lesbian. Kebanyakan kasus homoseksual terjadi karena salah gaul dan pengaruh lingkungan. Bukan kelainan genetik sejak lahir.
Di barat sono, homoseksual sudah diakui sebagai perilaku yang normal dan wajar, bahkan dimungkinkan menikah. Islam sangat melaknat perilaku homoseksual. Binatang saja tak ada yang jadi hombreng....
Maka dari itu, sebagai cowok tulen, kita jangan melakukan sesuatu yang menumbuh suburkan perilaku homoseksual. Mentang-mentang punya bodi petak-petak kayak sawah, nyantai-nyantai aja pakai celana pendek ketat di rumah. Perut dan dada laki-laki memang bukan aurat, tapi bukannya enggak mungkin ada teman yang orientasi seksnya menyimpang jadi ketagihan. Karena sering melihat your ideal body, mereka jadi ngiler dan berfantasi macam-macam. Ujung-ujungnya ingin lebih dari sekedar melihat dan membayangkan.
Rajin push-ap, angkat besi atau sekalian ikut fitness sih tak masalah, asal bertujuan menjaga kondisi badan. Ingin punya dada bidang, otot kawat, tulang besi dan urat kabel sih sah-sah saja. Tapi, salah banget jika tujuannya untuk petantang-petenteng. Kaum gay rata-rata berpenampilan seperti ini dan suka sekali tipe cowok atletis.
Merawat tubuh untuk menjaga kebersihan dalam Islam memang disarankan. Mencukur kumis, memotong kuku, bulu ketiak, dan bulu kemaluan adalah sunnah nabi. Tak perlu takut membersihkan wajah dengan facial foam for men dan menggunakan pengharum badan sewajarnya. Kita bisa berdakwah melalui penampilan kita yang rapi. Siapa sih yang tahan dekat dengan cowok kucel dan bau? Apalagi, jika harus berlama-lama mendengar petuahnya.
Yang tak kalah penting adalah menjaga pandangan. Meskipun kita sama-sama cowok, jangan coba-coba ngintip aurat temen; dan jangan mentang-mentang dia memperbolehkan (ngapain coba?). Ingatkan teman yang suka tampil berseksi ria. Jangan sampai tercipta gay, apalagi di lingkungan anak rohis. Amit-amit jabang bayi.
Cikutra Barat, 071004/05:18
Selasa, 11 September 2007
Ikhwan Gay
dari ANNIDA online
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar