Selasa, 11 September 2007

ALL About Cewek

Perkembangan jaman modern bukannya
diikuti dengan perkembangan pola pikir
yang modern pula. Tapi pola pikir hingga
pola sikap berkembang ke arah jahiliyah
(kebodohan). Hanya saja kali ini memakai
bungkus baru, jahiliyah modern.
Lomba-lomba kecantikan yang semua
ujung-ujungnya pamer aurat, digelar di
mana-mana. Mulai tingkat RT hingga
dunia. Bahkan institusi kampus yang
katanya tempat intelektual muda, juga
terkontaminasi dengan pagelaran miss kampus.
Baju minim dan seronok namun berharga
mahal jadi gaya hidup. Lenggak-lenggok
di atas panggung jadi kebanggaan. Paling
banter harga dari diri yang dipajang itu
cuma sebuah piala dari kuningan dan
karton satu lembar bertuliskan angka
nominal uang.
Bagi mereka yang nggak kebagian
lenggak-lenggok di atas pentas, ada cara
lain yang bisa ditempuh untuk menikmati
dunia kemilau itu. Malakin cowok tajir.
Si cowok juga nggak kalah 'cerdik',
yaitu dengan memanfaatkan cewek rese dan
matre untuk mendapatkan kemauannya. Mau
dibawa ke mana aja asal pulang dibelikan
HP. Mau diapa-apakan aja asal ada ongkos
ganti pulsa. Halah!
Akhirnya, muncul istilah cewek bispak,
bisa dipake. Dipake betulin genting,
mompa air, atau ngayuh becak? Ya
nggaklah. Bisa dipake di sini maksudnya
buat hal-hal yang tak bermoral.
Biar pun berjenis cewek, perempuan juga
manusia. Dengan kemanusiaan ini pula
cewek juga dikaruniai akal untuk
membedakan mana baik dan buruk.
Sayangnya, seringkali otak cewek nggak
dipake. Bawaannya silau mulu kalo liat
barang mewah sampai harga diri
tergadaikan nggak jadi masalah.
Akal yang dipunya cewek, nggak beda
dengan yang dipunya cowok. Tapi
seringkali cewek sendiri yang membuat
rendah dirinya sehingga mudah aja
dipermainkan cowok. Bukan hanya cowok,
tapi pemilik modal juga ikut
menghinadinakan kaum cewek dengan
mengeksploitasi keindahan fisik. Oya,
sebelum saya diprotes oleh kaum cowok
baik-baik, saya ingin tekankan bahwa
nggak semua cowok suka mempermainkan
cewek. Ada kok cowok baik-baik yang
menghargai cewek dengan harga sangat
tinggi. Karena tingginya, harganya
sebanding dengan surga.
Dengan potensi akal ini, cewek bisa
memilih jalan hidupnya. Mau dijadikan
objek ketelajangan dan permainan jaman
edan bernama modern ini atau sebaliknya.
Cewek sebagai subjek perubah dan pelaku
sejarah sebuah peradaban. How? Gimana
caranya?
Gals, cewek kudu nyadar untuk apa sih
dia hidup di dunia ini. Untuk hura-hura,
senang-senang, dan foya-foya? Hmm...
Cewek kudu nyadar bahwa hidup ini
sementara. Kalo ada sementara, pasti ada
yang selamanya. Kalo bermakna selamanya,
berarti bukan di dunia. Nggak ada orang
hidup kekal di dunia ini. Lha wong
dunianya aja fana, kok penghuninya minta
kekal. Bila sudah menyadari kenyataan
dunia fana ini, ingatlah bahwa semua
yang bernyawa pasti mati. Kalo sudah
mati, lihat tuh jadi teman cacing tanah
dan belatung di tanah pekuburan.
Ternyata manusia itu hina ya. Cuma
sebegitu aja akhir hidupnya.
Kalau ingat kematian, manusia normal
mana pun juga pasti akan berpikir,
merenung, dan berinsaf diri. Apalagi
cewek yang memang dasarnya bersifat
peka. Maka akan mudah tersentuh hatinya
dengan ajakan mengingat kematian ini.
Kecuali orang-orang bebal yang telah
ditutup hatinya oleh Allah. Mereka ini
adalah yang enggan membicarakan
kematian. Bahkan ada yang dengan sengaja
mengolok dan mencemoohnya lho.
Dengan mengingat kematian, manusia
termasuk para cewek tergugah untuk
mencari makna hidupnya. Tak lain dan tak
bukan, ternyata hidup ini adalah sarana
saja untuk sebuah kehidupan kekal abadi
di akhirat kelak. Bila ini sudah kamu
sadari, maka sesungguhnya uang, katu
kredit, mobil, dan gaya hidup mewah jadi
tak ada artinya lagi. Ada sesuatu yang
lebih penting dari itu semua.
Beramal untuk akhirat. Jangan bayangkan
beramal untuk akhirat ini hanya dengan
sibuk shalat, dzikir, puasa, dan ngaji
aja. Bukan! Aktivitas-aktivitas ini
memang harus, tapi tidak berhenti di
situ saja. Bumi dan seisinya perlu
dimakmurkan dengan karya nyata kamu,
para cewek. Kamu bisa jadi apa pun yang
kamu mau, sukses dunia tapi punya
investasi juga untuk akhirat. Dengan
menjadi ahli komputer untuk
mengacak-acak radar musuh Islam yang
akan menyerang negeri muslim, misalnya.
Atau menjadi bisnis woman yang berhasil
dan sebagian laba untuk kepentingan
dakwah serta perjuangan menegakkan Islam
sebagai ideologi negara di bawah naungan
Daulah Khilafah. Gimana, keren kan?
Kalo dipikir-pikir, kenapa pula para
cewek itu mau dihargai rendah ya? Para
cewek yang seharusnya punya rasa malu
yang tinggi melebihi kaum adam, jadi
berubah. Sudahlah aurat dipamerkan ke
mana-mana, mereka ini mudah banget
dijadikan mangsa oleh cowok-cowok tak
bertanggung jawab. Seakan-akan mereka
pasrah dan tak punya sikap untuk
menentukan apa yang terbaik bagi dirinya.
Kondisi ini diperparah dengan kurangnya
kontrol masyarakat sekitar. Mereka cuek
bebek dengan merosotnya moral para
remaja, terutama ceweknya. Tak ada lagi
sanksi sosial semisal didatangi pak RT
bila ada cowok bertandang ke rumah cewek
hingga larut malam. Dan semakin lengkap
keparahan ini ketika negara sebagai
penegur utama tak berdaya. Tak ada KUHP
atau hukum perdata yang bisa menjerat
cowok yang wakuncar (waktu kunjung
pacar) ke ceweknya. Lha wong suka sama
suka, bisa-bisa malah dilindungi sama
sistem yang bernama sekulerisme. Apalagi
cuma sekadar pakaian yang kelihatan
pusar. Dalih kebebasan perempuan akan
menjadi senjata andalan bila ada yang
berusaha mengingatkan.
Gaya hidup mewah adalah penyebab lain
dari fenomena cewek murah harga diri.
Semua ini akibat dari kehidupan yang
mengagungkan materi alias materialistis.
Materi oriented ini adalah khas milik
kapitalisme. Sebuah paham yang sangat
memuja kepemilikan modal atau lapital.
Sistem inilah sebetulnya yang kudu
bertanggung jawab terhadap merebaknya
cewek-cewek tak berharga diri. Udahlah
ceweknya lemah iman, dikomporin pake
kemilau fana duniawi. Klop, jadi pada
lupa daratan.Berapa harga dirimu? Waduh, seakan-akan
harga diri bisa ditakar dengan materi.
Emang begitu kan kondisi saat ini. Yang
namanya harga diri, murah banget.
Diobral seribu tiga juga banyak yang
mau. Kok bisa?
Coba kamu amati lingkungan sekitarmu.
Harga diri, terutama kaum perempuan
alias cewek, sudah banting harga di
mana-mana. Mulai dari gaya berpakaian
yang kelihatan pusar, (maaf) celana
dalamnya, underwear alias kaos daleman,
sampai berpakaian tapi telanjang, yaitu
berpakaian tapi semua lekuk tubuhnya
kelihatan dengan amat sangat jelas
bentuk dan ukurannya.
Dikomporin oleh sinetron kacangan di TV
yang isinya melulu pacaran dan pacaran,
remaja kita jadi ikutan. Tubuh cewek,
bagian mana yang belum terekspos oleh
lawan jenisnya (baca : "pacarnya") sih?
Dalih palsunya sih biasanya sebagai
bukti cinta. Padahal mah, pelecehan
harga diri yang seharusnya nggak boleh
dibiarkan begitu saja. Tapi kalo mau
sama mau, kan nggak ada hukumnya tuh.
Nah loh, bingung juga kan? Yuk, kita
preteli satu per satu masalah ini.
jadi mikir-mikir lagi klo nyebut diri sebagai cewe,,,

4 komentar:

Iboymuharram mengatakan...

Ass.. Comment nih..:

"alumnus akhwat... mana comment kalian??!!"

rAni rAnhaL mengatakan...

wuih...bagus bener tuh tulisan..sapa sih yang nulis??? hehehehe

ya pesen aye bwat para alumnus akhwat,,,
" ternyata pacaran itu menyeramkan...hiiiyhiiiy...mkanya kite kudu ati2 jadi perempuan,kudu jaga2 diri,jangan mpe harga diri kita diinjak2 oleh kaum adam...trus kalo blom pernah pacaran n penasaran,buang jauh2 deh penasaran ntu...kita gamau kan hal2 yang tidak kita inginkan terjadi????? setan aya dimanamana yeuh... "

makasih,,

tora sudiko mengatakan...

jadi cewe tuh kudu kema yuuuu......


jgn terlalu tertutup juga dlm bergaul,,,pa lg sm artis kya gwwww....wehehehehehe

tora sudiko mengatakan...

jadi cewe tuh kudu kema yuuuu..........